Laravel Tutorial #2 : Langkah Instalasi Framework Laravel
Laravel mungkin terdengar tidak asing ditelinga para pengembang. Namun apa itu Laravel? Laravel adalah framework atau kerangka kerja PHP open source yang mudah untuk dimengerti. Penggunaan Laravel membuat pengembangan web menjadi lebih dinamis, terstruktur, cepat dan simple dengan fitur bawaan, dan fitur-fitur tersebut yang disukai oleh para pengembang.
Salah satu fitur nya adalah modular packing system dengan dependency management. Fitur tersebut memudahkan Anda untuk memasukkan fungsionalitas ke aplikasi Laravel tanpa harus memulainya dari awal. Anda dapat membuat package sendiri maupun menginstalnya melalui Composer.
Jika Anda sudah memahami dasar-dasar dan ilmu lanjutan dari Bahasa PHP, Laravel akan sangat menghemat waktu Anda dalam melakukan pengembangan, selain itu situs web yang dibangun dengan Laravel dapat mencegah berbagai serangan.
Cara Install Laravel di Windows
Sebagai framework atau kerangka kerja yang cukup mudah dipahami dan dinavigasi, cara dan langkah instal Laravel cukup mudah terlebih lagi jika menggunakan XAMPP. Simak dan ikuti langkah dibawah ini.
Langkah Pertama : Instalasi XAMPP
XAMPP merupakan singkatan dari cross-platform, Apache, MySQL, PHP dan Perl, salah satu keuntungan menggunakan XAMPP adalah Anda dapat dapat membuat situs WordPress dengan offline pada server web lokal. Sebelum menginstal Laravel, pastikan komputer Anda sudah terinstall XAMPP. Jika Anda belum menginstall XAMPP berikut langkah-langkah mudah dan cepat menginstall XAMPP.
- Download XAMPP untuk Windows dari situss berikut https://www(dot)apachefriends(dot)org/download.html. Sebagai contoh XAMPP yang dipilih dalam tutorial XAMPP 64 bit dan PHP 8.0.
- Mulai lakukan instalasi XAMPP dengan mengklik dua kali file yang telah diunduh, kemudian Anda dapat mengklik Next.
- Pada tahap ini hanya pilih Apache, MySQL, dan phpMyAdmin, jika sudah klik Next.Pilihlah directory penyimpanan sesuai dengan yang Anda inginkan, namun sebagai rekomendasi biarkan default tersimpan di drive C: atau drive tempat Windowa terinstall. Ini dilakukan untuk menghindari permasalahan Windows User Permission. Jika sudah, silahkan klik Next.
- Pilih bahasa yang Anda inginkan, atau dibiarkan default, klik Next dan tunggu hingga proses install selesai.
- Setelah proses instalasi selesai, jangan mulai XAMPP terlebih dahulu, pertama hilangkan tanda check pada kotak kemudian klik Finish.
- XAMPP telah berhasil diinstal.
Langkah Kedua : menambahkan path directory
- Klik tombol Windows di kiri bawah, ketik “environment variables” (tanpa copy paste). Lalu klik hasil yang keluar paling pertama yaitu “Edit the system environment variables”.
- Klik pada Environment Variables.
- Di bagian User variables for USER, klik Path lalu klik Edit.
- Di pop up window yang muncul silahkan klik New.
- Anda perlu mengetik path directory dari PHP pada XAMPP: C :\xampp\ php dan Enter
- Kemudian Anda perlu menambahkan path directory dari MySQL dengan mengklik New lalu ketik: C :\xampp\mysql \bin dan Enter. Lalu klik OK pada semua window.
Langkah Ketiga: Install Composer
- Download Composer untuk Windows dari laman get composer.
- Jalankan file .exe yang telah didownload, klik Install for all users (jika muncul), lalu klik Next pada tampilan awal installer.
- Pastikan directory yang muncul adalah path dari file PHP pada XAMPP: C :\xampp\ php. Lalu klik Next.
- Klik Next pada proxy, lalu klik Install.
- Install composer telah selesai.
Langkah Keempat: Install Laravel pada Windows dengan Composer
- Klik tombol Windows di kiri bawah, lalu ketik “CMD” dan enter.
- Ketik “cd C: \xampp\htdocs” tanpa petik dan enter.
- Pastikan komputer Anda memiliki koneksi internet, lalu mulai install Laravel dengan Composer dengan menggunakan perintah “composer create- project –prefer-dist laravel/laravel example (Nama Folder Projek)”. Dalam contoh ini menggunakan nama project example. Nama project ini dapat disesuaikan dengan nama project Anda yang ingin menggunakan laravel.
- Install Laravel telah selesai jika terdapat kata “Publishing complete.”
- Anda dapat langsung menguji Laravel apakah sudah terinstall atau belum dengan pindah ke directory project Anda. Dalam contoh ini ketik: cd example. Lalu ketik: Php artisan serve.
- Buka link dengan mengcopy-paste url server http ://127.0.0.1 :8000 dan buka pada browser. Anda akan diarahkan ke tampilan homepage dari Laravel seperti gambar di bawah ini.
- Install Laravel telah berhasil.
Struktur Folder Laravel
Selesai menginstal Laravel, pasti Anda makin tidak sabar untuk belajar Laravel. Anda mencoba membuat web app pertama Anda. Namun, sesaat kemudian Anda menemukan app folder berisi berbagai folder dan file yang namanya asing.
Nah, untuk menghapus rasa bingung Anda, kami akan menjelaskan struktur folder Laravel ini.
App
Yang pertama, folder App. Folder ini berisi kode inti yang terdiri dari lima folder, yaitu:
- Console, folder ini berisi semua perintah Artisan yang dibuat dengan make:command;
- Exception, folder ini berisi semua handler pengecualian dan folder ini bagus untuk menambahkan class yang sudah disesuaikan sendiri untuk menangani pengecualian yang diberikan aplikasi;
- Http, folder ini berisi fungsi controllers, middleware dan requests;
- Models, ini adalah direktori baru yang ditambahkan sejak Laravel 8. Fungsinya untuk menyimpan file Model;
- Providers, folder ini berisi semua penyedia layanan (service provider) untuk aplikasi. Penyedia layanan (service provider) merupakan tempat utama untuk bootstrap Laravel atau bisa diartikan sebagai bagian utama untuk mengkonfigurasi aplikasi.
Bootstrap
Berikutnya, ada Bootstrap. Folder ini berisi semua framework bootstrap begitu juga dengan file konfigurasi. Folder ini juga memuat direktori Cache yang berisi file cache yang dihasilkan oleh framework.
Config
Folder ini berisi semua file konfigurasi aplikasi.
Database
Folder ini berisi semua database migrasi dan seeds.
Public
Folder ini berisi semua assets seperti gambar, file javascript, dan CSS.
Resources
Folder ini berisi assets mentah seperti file LESS & Sass, pengaturan waktu, dan bahasa.
Routes
Folder ini berisi semua rute yang didefinisikan pada aplikasi.
Storage
Folder ini berisi penyimpanan App, seperti unggahan file, cache, dan log.
Test
Folder ini berisi semua file percobaan.
Vendor
Folder ini berisi semua file dependency.
Laravel merupakan salah satu framework PHP yang sangat membantu developer dalam pengembangan web. Framework ini membuat pengembangan web menjadi simple, terstruktur dan bersih. Selain itu Laravel juga tergolong aman dari serangan. Laravel juga memiliki beragam fitur yang disukai oleh developer.Salah satu fiturnya adalah modular packing system dan dependency management yang berguna untuk menambahkan fungsionalitas.







